Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Dialog Malam

Ada yang diam-diam bicara.. mengendap-endap merasa, bualan saja. Beberapa lantang bicara bahkan menantang, kemudian habis mati terlentang. Aku masih hijau, tak mengerti apa dan mengapa, apalagi bagaimana kehidupan ini meroda dan mengalir debarkan dada. Suatu kali pernahku berbincang dengan kawan, katanya perjuangan tak kenal titik lelehnya terus mengarang terus mengristal. Dua hari, dua bulan, dua semester... kujumpa dengannya, kini, bersama wajah rapi dan pakaian dengan pernak pernik ideologi berbincang dan berbicara A-Z. Saat itu, ternyata, sadarku ia benar perjuangan tak miliki titik leleh, tapi kawan menjadi busuk dan mulutnya  menjadi bau isinya retorika anyir aspal kotoran ternak yang hendak petani giring untuk makan dipadang rerumputan. Dan, ya, ia jilati ludahnya dengan nyinyir, ia punya titik leleh. Si kawan lelehkan 'perjuangan' yang, nyatanya, tak meleleh dibangun. Sekali waktu pun aku melihat.. mereka yang teriak gaungkan langit menuntut, tapi Tuhan saja jauh dar...